Jumat, 18 Desember 2009

Menguak Rahasia Pernikahan Menurut Para Ahli

Bagi kebanyakan orang, kesuksesan suatu pernikahan bila dilandaskan atas ketertarikan, pengabdian, kesabaran dan ketulusan. Namun suatu riset yang dilakukan oleh para ahli statistik menyebutkan faktor lain yang bisa membuat suatu pernikahan bertahan lama atau tidak.

Mereka telah mengembangkan suatu rumusan untuk memprediksi cocok atau tidaknya suatu pasangan jika dilihat berdasarkan usia, pendidikan dan perceraian yang pernah dialami sebelumnya.
para pakar di Swiss mengklaim bahwa teorinya ini dapat memberikan prediksi beberapa pasangan yang kemungkinan akan bercerai hingga lima kali dibandingkan pasangan lainnya.

Menurut riset tersebut, pasangan yang memiliki kesempatan terbesar untuk bercerai adalah jika seorang perempuan yang memiliki pendidikan tinggi menikah dengan seorang lelaki yang lebih tua lima tahun atau lebih darinya.

Sebaliknya, pernikahan dimana seorang perempuan menikahi seorang lelaki duda yang memiliki tingkat pendidikan yang sama dan lebih muda 5 tahun atau lebih, cenderung 5 kali lebih berisiko mengalami kegagalan.

Hasil riset yang telah diterbitkan pada European Journal Of Operational Research ini, mungkin berita baik bagi pasangan bintang musik pop Beyonce Knowles (28) dan suaminya Jay Z (39). Perbedaan usia diantara mereka merupakan perpaduan yang sempurna untuk pernikahan yang awet.

Namun sayangnya, hal ini tidak berlaku bagi pasangan Michael Douglas (65) dan Catherine Zeta Jones (40). Riset mengungkapkan bahwa pernikahan cenderung berisiko gagal jika salah satu pasangan pernah bercerai sebelumnya, dan Michael pernah mengalami kegagalan dalam pernikahan sebelumnya.

Para akademisi seperti Emmanuel Fragnire dari University of Bath melakukan interview terhadap 1534 pasangan di Swiss, yang menikah ataupun yang sedang menjalani hubungan serius. Lima tahun kemudian, para peneliti mengikuti perjalanan hidup dari 1074 pasangan tersebut untuk melihat pasangan mana yang bertahan dalam pernikahan dan yang berpisah karena mengalami kegagalan. Dalam riset ini mereka juga mengumpulkan data mengenai usia, pendidikan, kebangsaan dan hubungan pasangan sebelumnya.


Jika membaca artikel tersebut mungkin kita akan berpikir betapa ribetnya suatu pernikahan, tapi sesungguhnya yang perlu diperhatikan dalam satu pernikahan sangat diperlukan saling menerima kekurangan dan kelebihan dari pasangan. Bagaimana kita mau berbagi tentang banyak hal dan belajar menjadikan diri kita sempurna dengan menjadi bagian dari pasangan, bersama memikul tanggungjawab dalam menyelaraskan segala perbedaan dan mengikis ego diri......jika semua sudah dijalankan maka teori di atas tentunya bisa kita jawab sendiri...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar